PEMANFAATAN HERBAL UNTUK KESEHATAN BALITA
Kata Kunci:
pemanfaatan, herbal, kesehatan, balitaAbstrak
Dusun Sentikan memiliki potensi lahan pertanian yang subur dan banyak tanaman obat yang ditanam di sepanjang jalan masuk ke dusun. Namun belum pernah dimanfaatkan untuk kesehatan balita hal tersebut dibuktikan dengan survey awal dimana 87,5% ibu tidak pernah memberikan herbal untuk balita. Padahal herbal mengandung bahan pendukung seperti vitamin dan mineral disamping bahan aktifnya yang dapat menyembuhkan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Balita merupakan salah satu kelompok rentan terkena penyakit, sehingga herbal sebagai potensi dusun perlu dimaanfaatkan untuk menurunkan angka kesakitan balita di Dusun Sentikan sehingga mendukung tumbuh kembang optimal. Tujuan dari pengabdian ini memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada ibu-ibu yang memiliki balita di Dusun Sentikan tentang pemanfaatan herbal untuk kesehatan balita. Kegiatan dilaksanakan dengan metode pelatihan pengolahan herbal secara aman dan berkhasiat untuk kesehatan balita kepada ibu-ibu yang memiliki anak umur 12-59 bulan. Setelah mendapatkan pelatihan, ibu-ibu balita mendapatkan pendampingan untuk pengolahan dan pemberian herbal untuk balita. Pelatihan pengolahan herbal kepada ibu-ibu yang memiliki balita di Dusun Sentikan dapat meningkatkan pengetahun yang dibuktikan dengan skor pre test meningkat 21,87 pada post test. Observasi pendampingan untuk mengolah dan memberikan herbal untuk balita dapat meningkatkan keterampilan ibu-ibu balita di Dusun Sentikan.Unduhan
Referensi
Azizah, AN., Kurniati, CH. 2020. Obat Herbal Tradisional Pereda Batuk Pilek pada Balita. Jurnal Kebidanan Indonesia, Vol 11 No 2. Juli 2020 (29-36). https://stikesmus.ac.id/jurnal/index.php/JKebIn/index
Mitayani. 2010. Buku Saku Ilmu Gizi. Jakarta: Agro Media Pustaka.
Agustina Setiawati. 2016. "The inhibition of Typhonium flagelliforme Lodd. Blume leaf extract on COX-2 expression of WiDr colon cancer cells" 6, 3, February Elsevier Nomor: 2221-1691, DOI: 10.1016/j.apjtb.2015.12.012. Asian Pasific Journal of Tropical
Biomedicine.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Lukito, PK. 2020. Indonesia Miliki Banyak Tanaman Obat Herbal.
https://www.gatra.com/detail/news/ 469815. Diakses tanggal 13 Desember 2020.
Darmawan, D., Alamsyah, TP., Rosmilawati, I. 2020. Participatory Learning and Action untuk Menumbuhkan Quality of Life pada Kelompok Keluarga Harapan Di Kota Serang. Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Volume 4 (2): 160-169,
Desember 2021 http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jnfc.
Utami, P dan Puspaningtyas, DE. 2013. The Miracle Of Herbs. Jakarta: Agromedia Pustaka.
Hidayat, R.S., Napitupulu, R.M. 2015. Kitab Tumbuhan Obat. Jakarta: AgriFlo.
Sebayang, I. D. B. (2020). Pengantar Keperawatan Keluarga.
https://doi.org/10.31219/osf.io/fqk7s
Samsiah, S. 2011. Manfaat Sereh. https://www.ibudanbalita.com/forum/diskusi/ manfaat
sereh. Diakses tanggal 4 Mei 2021.
Wahyuningsih, D dan Darni, J. 2021. Edukasi pada Ibu Balita tentang Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera) sebagai Kudapan untuk Pencegahan Stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo volume 2 nomor 2 (2021). http://jkp.poltekkesmataram.ac.id/index.php/PKS/article/view/687.
Yuliani, DA., Purwati., Rofiqoch, I. 2021. Pemanfaatan Daun Kelor sebagai MP – ASI dalam Upaya Peningkatan Status Gizi Balita. Jurnal ABDIMAS-HIP volume 2 nomor 2 (2021). LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan. https://doi.org/10.37402/abdimaship.vol2.iss2.151