PENERAPAN COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY (CBT) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA

Penulis

  • Nur Alvira Pascawati, Kenik Sri Wahyuni, Bernadeta Verawati Sri Wulandari, Masruroh 1*Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, FakultasIlmuKesehatan, UniversitasRespati Yogyakarta 2 Program Studi Kebidanan Program Diploma Tiga, FakultasIlmuKesehatan, UniversitasRespati Yogyakarta 3 Program Studi Kebidanan Program Diploma Tiga, FakultasIlmuKesehatan, UniversitasRespati Yogyakarta 4 Program Studi Fisioterapi Program Diploma Tiga, FakultasIlmuKesehatan, UniversitasRespati Yogyakarta 5 Program Studi Kebidanan Program Diploma Tiga, FakultasIlmuKesehatan, UniversitasRespati Yogyakarta

Kata Kunci:

Remaja, anemia, CBT

Abstrak

Remaja putri mempunyai risiko lebih besar terhadap kejadian anemia, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan remaja tentang pengelolaan pola makan yang memenuhi unsur gizi seimbang dan juga karena perilaku remaja dalam mengkonsumsi makanan sebagai sumber zat gizi.Pengabdian dilakukan pada tanggal 15 Oktober – 21 November 2020 dengan melibatkan remaja putri (santri) yang ada di pondok pesantren Pangeran Diponegoro.Pengabdian dilakukan dalam bentuk pemeriksaan hb, penyuluhan dan diskusi tentang anemia dan gizi remaja yang meliputi konsep dasar anemia, diet sehat remaja, dan pola makan remaja.Hasil pengabdian terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang anemia dan gizi remaja sesudah penerapan metode CBT. Remaja dengan pengetahuan rendah dan cukup 63,93% menjadi 12,12%. Dari aspek sikap dan pola makan juga mengalami peningkatan menjadi 100% sikap positif dan pola makan baik. Sebelum kegiatan para remaja mempunyai pemahaman yang keliru tentang anemia, dan sumber gizi yang dibutuhkan remaja.Setelah kegiatan, para remaja mengetahui dampak yang ditimbulkan jika mengalami anemia, serta mempunyai kommitmen yang baik untuk mengatur pola makan/konsumsi zat gizi seagai upaya pencegahan anemia. Penerapan metode Cognitif Behavioral Therapy yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan dan perubahan sikap remaja terkait pengelolaan gizi untuk mencegah anemia

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

WHO. (2016). Prevention of Iron Deficiency Anaemia dalam Adolescents: Role of Weekly Iron and Folic Supplementation. New Delhi: South East Asia Regional Office.

WHO. (2015). The Global Prevalence of Anaemia in 2011. Geneva: World Health Organization

Beck, J. S. (2011). Cognitive-behavior therapy: Basic and beyond (2nd ed). New York: The Guilford Press

Brown, J. E. (2011). Nutrition Through The Life Cycle. dalam S. Fikawati, A. Syafiq, & A. Veratamala, Gizi Anak dan Remaja. United States of America: Wadsworth, Inc. Thomson Learning

World Health Organization. Guideline: Intermittent iron supplementation in preschool and school-age children. World Heal. Organ. 28 (2011). doi:10.1100/tsw.2010.188

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-02-10