Gambaran Sifat Fisik Tempe Kedelai Lokal dan Tempe Kedelai Impor

Authors

  • Fery Lusviana Widiany, Metty, Rahayu Widaryanti, Shafira Nur Azizah 1,2,4 Program Studi Gizi Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta 3 Program Studi Kebidanan Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta

Keywords:

sifat fisik, tempe kedelai impor, tempe kedelai lokal.

Abstract

Salah satu makanan yang membumi di Indonesia adalah tempe. Tempe disukai oleh hampir semua kalangan masyarakat di Indonesia. Akan tetapi, cukup banyak masyarakat yang belum bisa membedakan tempe kedelai lokal dan tempe kedelai impor berdasarkan sifat fisiknya. Belum banyak penelitian di Indonesia yang mengungkap perbedaan tempe kedelai lokal dan tempe kedelai impor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sifat fisik tempe kedelai lokal dan tempe kedelai impor. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 di Laboratorium Dietetik dan Kuliner Universitas Respati Yogyakarta. Variabel yang diteliti adalah sifat fisik. Tempe kedelai lokal menggunakan kedelai varietas Grobogan. Tempe kedelai impor dibeli dari pasar tradisional di Bantul. Kedua jenis tempe kedelai yang digunakan ini telah melalui proses fermentasi selama dua hari. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian dilaporkan bahwa tempe kedelai lokal memiliki warna putih bersih, aroma yang harum dan sedap, rasa yang enak dan gurih, serta tekstur yang lebih padat dan kompak. Kesimpulannya, tempe kedelai lokal memiliki kualitas warna, aroma, rasa, dan tekstur yang lebih baik daripada tempe kedelai impor.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astawan M. Sehat bersama aneka sehat pangan alami. Solo: Tiga serangkai; 2004.

Alvina A, Hamdani D. 2019. Proses pembuatan tempe tradisional. Jurnal Pangan Halal,Vol.1(1):9–12.

Rahadiyanti A. Pengaruh tempe kedelai terhadap kadar glukosa darah pada prediabetes. Artikel Penelitian. Semarang: Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro;2011.

Widiany FL. 2019. Indeks glikemik nugget berbahan campuran tepung belut (monopterus albus) dan tepung tempe untuk dukungan gizi pasien hemodialisis diabetik. Ilmu Gizi Indonesia, Vol.03(01):35–44.

Astawan M, Wresdiyati T, Widowati S, Bintari SH, Ichsan N. 2013. Karakteristik fisikokimia dan sifat fungsional tempe yang dihasilkan dari berbagai varietas kedelai. Jurnal pangan, Vol.22(3):241–251.

Yudiono K. 2020. Peningkatan daya saing kedelai lokal terhadap kedelai impor sebagai bahan baku tempe melalui pemetaan fisiko-kimia. Agrointek, Vol.14(1):57–66.

Cahyadi W. 2007. Kedelai: khasiat dan teknologi. Jakarta : Bumi Aksara.

Purwanto A, Rudi W. 2018. Kualitas tempe kedelai pada berbagai suhu penyimpanan. Warta IHP, Vol.35(2):106–112.

Noviyanti, Wahyuni S, Syukri M. 2016. Analisis penilaian organoleptik cake brownies subtitusi tepung wikau maombo. J. Sains dan Teknologi Pangan, Vol.1(1):58–66.

Mutiara E, Adikahriani, Wahidah, S. Pengembangan formula biskuit daun katuk untuk meningkatkan ASI. Laporan Hasil Penelitian Dosen Guru Besar dan Doktor Sesuai Keahlian. Medan: Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan; 2012.

Downloads

Published

2023-02-14