PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA WUKIRSARI KECAMATAN CANGKRINGAN
Keywords:
stunting, personal hygiene, sanitasi lingkunganAbstract
Stunting pada anak merupakan dampak yang bersifat kronis dari adanya masalah lingkungan, penyakit infeksi dan akibat kurangnya konsumsi makanan. Masalah lingkungan berupa aspek personal hygiene dan sanitasi lingkungan memiliki kontribusi terhadap masalah stunting. Praktik personal hygiene yang buruk menyebabkan mikroorganisme penyebab penyakit untuk tumbuh dan menyebabkan infeksi pada jaringan tubuh. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan. Desain penelitian menggunakan case control dengan subyek sebanyak 45 kelompok kasus dan 45 kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman. Responden dengan praktik personal hygiene yang kurang baik sebanyak 42 responden (46,7%), sedangkan 26 responden (28,9%) memiliki sanitasi lingkungan yang kurang baik. Ada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian stunting (p=0,000). Ada hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting (p=0,000). Personal hygiene dan sanitasi lingkungan yang baik merupakan faktor protektif pada kejadian stunting. Kata kunci: stunting; personal hygiene; sanitasi lingkunganDownloads
References
Unicef. Laporan Baseline SDG tentang Anak-Anak di Indonesia | UNICEF Indonesia [Internet]. 2017 [cited 2019 Aug 16]. Available from: https://www.unicef.org/indonesia/id/laporan/laporan-baseline-sdg-tentang-anak-anak-diindonesia
Aridiyah FO, Rohmawati N, Ririanty M. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan (The Factors Affecting Stunting on Toddlers in Rural and Urban Areas). e-Jurnal Pustaka Kesehat. 2015;3(1):163–70.
Sandra F, Syafiq A, Veratamala A. Gizi Anak dan Remaja. RajaGrafindo Persada; 2017.
Desyanti, Chamilia; Nindya TS. Hubungan Riwayat Penyakit Diare dan Praktik Higiene dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simolawang , Surabaya The Relations Between Diarrheal Disease History and Hygiene Practices with Stunting Incidences Among. Amerta Nutr. 2017;243–51.
Sastroasmoro S, Ismael S. Dasar-dasar Metodologi Penelitian. Jakarta: Sagung Seto; 2014.
Laily I, Andarmoyo S. Personal Hygiene; Konsep, Proses, dan Aplikasi Praktik Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu Yogyakarta; 2012.
Irianto K, Waluyo K. Gizi dan Pola Hidup Sehat ; untuk Para Pelajar, Para Mahasiswa, Para Eksekutif, Umum. Bandung: Yrama Widya; 2004.
Widaryanti R, Rahmuniyati ME. Panduan Pemberian Makanan Bayi dan Anak bagi Kader Dilengkapi Menu 4* untuk Kondisi Normal dan Bencana. 1th ed. Yogyakarta: Respati Press; 2019.
Widaryanti R. Pemberian Makanan Bayi dan Anak. Yogyakarta: Deepublish; 2019.
Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2015. Jakarta; 2016.
Kasjono HS. Penyehatan Pemukiman. Yogyakarta: Gosyen Publishing; 2011.
Oktaviana H, Sarbini D, Rakhma LR. Hubungan Pengetahuan Gizi dan Perilaku Higiene Sanitasi Terhadap Kejadian Stunted pada Balita Usia 7-24 Bulan di Desa Hargorejo Kulon Progo - UMS ETD-db [Internet]. 2016. Available from: http://eprints.ums.ac.id/42641/
Maghafirah M, Sukismanto, Rahmuniyati ME. Hygiene Sanitasi Penjamah Makanan Di Sepanjang Jalan Raya Tajem Maguwoharjo Yogyakarta Tahun 2017. 2018;3(April):15–22.
Chandra B. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: EGC; 2014.
Hidayat TS, Fuada N. Hubungan Sanitasi Lingkungan, Morbiditas dan Status Gizi Balita di Indonesia (Relationship between Environmental Sanitation, Morbidity and Nutritional Status dof Under-Five Children In Indonesia). Penelit Gizi dan Makanan (The J Nutition) [Internet]. 2011;34(2):104–13. Available from: http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/pgm/article/view/3100/3066
Notoatmodjo S. Kesehatan Masyarakat (Ilmu dan Seni). Jakarta: Rineka Cipta; 2011.