PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU MELALUI KELAS WANI MPASI SEBAGAI UPAYA ANTI STUNTING DAN ANTI ANEMIA BERBASIS BAHAN PANGAN LOKAL DI YOGYAKARTA

Author :

Nur Khasanah, Novi Indrayani, Sinta Massolo

Article Metrics :

Abstract view : 42 PDF view : 27

Abstract


Hampir semua posyandu yang ada di wilayah kerja puskesmas banguntapan III sudah pernah mengirim salah satu kadernya mewakili pelatihan PMBA, namun pelatihan tersebut belum merata diperoleh oleh semua kader, sehingga kegiatan yang dilakukan di Posyandu belum optimal. Kegiatan hanya berfokus pada penimbangan dan pengukuran PB serta pemberian Vit A, sedangkan pemberian makanan tambahan khususnya MPASI belum sesuai standar WHO. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan informasi bahwa sebagian besar kader posyandu belum mengetahui secara detail tentang MPASI, hal tersebut sejalan dengan masih adanya kasus gizi buruk, gizi kurang, stunting dan BGM di kelurahan banguntapan. Para Kader berasumsi bahwa penyediaan MPASI/PMT sesuai standar membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, sehingga penyediaan PMT hanya satu atau dua jenis makanan saja. Berdasarkan hal tersebut Pengabdi menyelenggarakan kembali kegiatan PMBA tetapi lebih berfokus pada MPASI berbahan pangan lokal yang dapat mencegah stunting dan anemia. Metode kegiatan pengabdian meliputi, pembentukan kelompok kader dalam satu wadah grup whatsapp, pelatihan secraa langsung, konsultasi online, praktik perhitungan status gizi dan deteksi dini kondisi stunting, pembuatan social media tentang kesehatan balita khususnya MPASI dilaman Instagram, pembuatan media cetak berupa lembar balik MPASI, monitoring dan evaluasi dengan memantau data penimbangan BB balita pada bulan oktober satu bulan tepat setelah pelatihan dilakukan. Hasil Kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan terkait MPASI dan keterampilan kader dalam menilai status gizi balita serta terbit HKI Media cetak Lembar balik MPASI yang dapat digunakan para kader dalam melakukan konseling

Keywords


Kader, MPASI, Stunting, Anemia

Full Text:

PDF

References


Dinkes DIY. (2017). Profil Kesehatan Profinsi DI YogyakartaTahun 2017. Dinkes Povinsi Yogyakarta

Kementrian Kesehatan RI. (2018). Hasil Pemantauan Status Gizi tahun 2017. Kementrian Kesehatan RI.

Oktiawati Anisa, Erna Juliati, Regina Natalia. (2016). Pedoman pelaksanaan posyandu. Nuha Medika: DIY

Prieto-patron, A., Hutton, Z. V, Garg, P., Rao, S., Eldridge, A. L., & Detzel, P. (2017). The Association between Complementary Foods and Hemoglobin Concentrations in Indian Infants. Journal of Human Nutrition & Food Science, 5, 1–11.

Riskesdas (2018). Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan Kementerian KesehatanRI 2018. Riset Kesehatan Daerah. Jakarta: Riskesdas: 2018

Sarah E. Cusick, Michael K. Georgieff. The Role of Nutrition in Brain Development. (2016). The Golden Opportunity of the First 1000 Days. The Journal of Pediatrics. 2016:15.

Tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (2018). 100 kabupaten/kota prioritas untuk intervensi anak kerdil (stunting). Jakarta. Sekretariat Wakil Presiden Repubulik Indonesia.

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. (2018). Gerakan Nasional Pencegahan Stunting dan Kerjasama Kemitraan Multi Sektor. Jakarta: Sekertariat Wakil Presiden RI.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Prosiding Seminar Nasional

Universitas Respati Yogyakarta

Alamat : JL. Laksda Adisucipto KM 6,3 Depok Sleman Yogyakarta - Indonesia
Tel : 0274-488781
Fax : 0274-489780
Email : wahyurm@respati.ac.id


 
View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.