PERAN PUSKESMAS DALAM UPAYA MENGURANGI KASUS STUNTING MELALUI PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)

Author :

Merita Eka Rahmuniyati

Article Metrics :

Abstract view : 60 PDF view : 499

Abstract


Permasalahan stunting masih menjadi problema utama di Indonesia. Upaya penanggulangan stunting dapat dilakukan dengan intervensi gizi sensitif dengan pelaksanaan STBM. STBM berkait dengan lingkungan. Lingkungan dengan peilaku dan hygiene sanitasi yang buruk menimbulkan penyakit infeksi. Penyakit infeksi yang terus menerus tidak tangani dengan tuntas dapat yang meningkatkan kasus stunting di masyarakat. Puskesmas merupakan inovator dalam upaya mengurangi kasus stunting sekaligus penggerak terlaksananya STBM. Tujuan dari penelitian ini memperoleh gambaran peran puskesmas dalam mengajak masyakat melakukan perilaku hidup bersih dan sehat melalui program STBM sehingga dapat menekan kenaikan kasus stunting. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview pada informan yang dipilih secara purposive sesuai kebutuhan penelitian. Data disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upaya melaksanakan STBM untuk mengurangi stunting, nutrisionist dan sanitarian di puskesmas berkolaborasi dalam mewujudkan program inovasi penanggulangan stunting melalui STBM di masyarakat. Puskesmas juga memantau, berkoordinasi dengan masyarakat dan kader terkait pelaksanaan lima pilar STBM. Pihak puskesmas telah mengajak masyarakat untuk menganalisa kondisi sanitasi lingkungannya melalui tahap pemicuan sehingga masyarakat dapat mengambil tindakan untuk meninggalkan kebiasaan buruknya. Simpulan bahwa puskesmas memiliki peran penuh atas keberhasilan program STBM dalam mengurangi kasus stunting.

Keywords


Puskesmas; STBM; Stunting

Full Text:

PDF

References


T. S. Desyanti, Chamilia; Nindya, ―Hubungan Riwayat Penyakit Diare dan Praktik Higiene dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simolawang , Surabaya The Relations Between Diarrheal Disease History and Hygiene Practices with Stunting Incidences Among,‖ Amerta Nutr., pp. 243–251, 2017.

Kemenkes RI, ―Riskesdas 2018,‖ Jakarta, 2018.

Kemenkes RI, ―Modul Pelatihan Fasilitator STBM-Stunting,‖ 2017.

Y. Indriyani, Y. Yuniarti, and R. V. Nur Latif, ―Kajian Strategi Promosi Kesehatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (Stbm) Di Kelurahan Tirto Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan,‖ Unnes J. Public Heal., vol. 5, no. 3, p. 240, 2016.

Kemenkes RI, ―Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),‖ 2011.

A. Proverawati and E. Rahmawati, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Yogayakarta: Nuha Medika, 2012.

J. B. Nyakaana, ―Solid Waste Management in Urban Centers: the Case of Kampala City—Uganda,‖ East Afr. Geogr. Rev., vol. 19, no. 1, pp. 33–43, 1997.

M. ramadhani Candrarini, ―Peran Puskesmas dalam Melaksanakan Program Sanitasi Pilar Stop Buang Air Besar Sembarangan,‖ Higeia J. Public Heal. Res. Dev., vol. 4, no. 1, pp. 100–110, 2020.

Kemenkes RI, ―Permenkes Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Totatl Berbasis Masyarakat,‖ Jakarta, 2014.

R. Widaryanti and M. E. Rahmuniyati, ―Evaluasi Pasca Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak ( PMBA ) pada Kader Posyandu Terhadap Peningkatan Status Gizi Bayi dan Balita,‖ vol. 4, no. 2, pp. 163–174, 2019.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Prosiding Seminar Nasional

Universitas Respati Yogyakarta

Alamat : JL. Laksda Adisucipto KM 6,3 Depok Sleman Yogyakarta - Indonesia
Tel : 0274-488781
Fax : 0274-489780
Email : wahyurm@respati.ac.id


 
View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.