BAYANG-BAYANG KOLONIALISME YANG TEREFLEKSI DALAM BLOG MODE INDONESIA

Author :

Galant Nanta Adhitya, Novi Wulandari, Anis Paramita

Article Metrics :

Abstract view : 33 PDF view : 31

Abstract


Indonesia berada dibawah penjajahan selama lebih dari 350 tahun. Latar belakang ini mempengaruhi dinamika bangsa. Wacana paskakolonialisme tetap tidak terhindarkan dalam kehidupan politik, budaya dan sosial bangsa, bahkan 75 tahun setelah Indonesia merdeka. Indonesia memang sudah tidak berada di bawah penjajahan secara langsung, tapi mental para penduduknya masihlah terjajah, terlebih dengan hadirnya dunia maya. Internet dan komponen teknologi lain, yang hampir semuanya berasal dari belahan duni barat, dipercayai sebagai medium penjajahan jarak jauh, atau imperialisme. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali bayang-bayang kolonialisme yang tertinggal dari zaman penjajahan di dunia maya. Salah satu ranah eksistensi di dunia maya adalah blog mode. Berangkat dari pemahaman tersebut, penelitain ini bertujuan untuk melihat bayang-bayang kolonialisme yang terefleksi dalam blog mode Indonesia. Tim peneliti menganalisa lima blogger mode Indonesia, antara lain Anaz Siantar, Claradevi Handriatmaja, Olivia Lazuardy, Ayla Dimitri dan Sonia Eryka. Penelitian ini menggunakan teori paskakolonialisme dengan metode deskriptif kualitatif dalam menginterpretasi data utama yang dikumpulkan dari kelima blog mode tersebut. Hasil Penelitian menunjukan adanya sisa-sisa penjajahan yang terlihat jelas dari penggunaan formula blog mode seperti penulisan dalam Bahasa Inggris, pemakaian busana musiman dan pengambilan foto di jalanan luar negeri. Di satu sisi, formula-formula tersebut membantu bloger-bloger mode Indonesia dalam meraup audiens secara luas, baik dalam lingkup lokal maupun internasional. Akan tetapi, hal ini berakibat pada terinternalisasinya sisa-sisa penjajahan baik oleh para bloger mode Indonesia maupun audiensnya. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa bayang-bayang kolonialisme juga dipengaruhi oleh arus globalisasi.

Keywords


paskakolonialisme, blog mode, bloger mode Indonesia, budaya populer, analisa formula

Full Text:

PDF

References


AM, S & Lestariningsih, A. D. (2017). Sejarah Indonesia: SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Semester 1. Jakarta: Kementrian Pendidkan dan Kebudayaan.

Bressler, C. E. (2011). Literary Criticism: An Introduction to Theory and Practice. Boston: Longman.

Hiddleston, J. (2009). Understanding Postcolonialism. Stocksfield: Acumen.

Held, D., & A. McGrew. (2000). The Global Transformations Reader: An Introduction to the Globalization Debate. Cambridge, UK: Polity Press/Blackwell.

Ohiagu, O. P. & Okorie, V. O. (2014). ―Social Media: Shaping and Transmitting Popular Culture.‖ Covenant Journal of Communication. 2.1. (pp. 93-108). http://Journals.Covenantuniversity.Edu.Ng/Cjoc/Published/May2014/Obiageli.Pdf

Adi, I. R. (2016). ―Taste and Values as Mechanism of Power: A Transnational Study on American Popular Culture‖. Unpublished Research. Yogyakarta: Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya, UGM.

Kim, S. (1998). ―Cultural Imperialism on the Internet”, The Edge: The E-Journal of Intercultural Relations. 1.4. (pp. 1-4). http://www.hart-li.com/biz/theedge/.

Dean, J. (2010). Blog Theory: Feedback and Capture in the Circuits of Drive. Massachusetts: Polity Press.

Rocamora, A. (2011). ―Hypertextuality and Remediation in the Fashion Media‖. Journalism Practice. 6.1. (pp. 92-106). DOI:10.1080/17512786.2011.622914

http://dx.doi.org/10.1080/17512786.2011.622914. Retrieved on 1 October 2017.

Corcoran, C. (2006). ―The Blog that Took Over the Tent‖. Women‟s Wear Daily. http://wwd.com/fashion-news/fashion-features/the-blogs-that-took-over-the-tents547153/. Retrieved on 29 October 2017.

Toffler, A. (1980). The Third Wave. New York: William Morrow.

Burney, S. (2012). Pedagogy of the Other: Edward Said, Postcolonial Theory, and Strategies for Critique. New York, NY: Peter Lang.

Ramutsindela, M. (2005). Parks and Peoples in Postkolonial Studies: Experiences in Southern Africa. New York: Kluwer Academic Publishers.

Tyson, L. (2006). Critical Theory Today: A User-Friendly Guide (2nd Edition). New York: Routledge.

Quayson, A. (2000). Postcolonialism: Theory, Practice or Process. Malden, MA: Blackwell Publisher, inc.

Helton, R. (2002). ―Computers and the Digital Age‖ in Inge, M. T. and D. Hall (eds). The Greenwood Guide to American Popular Culture: Volume Three, (pp. 989-1017). Connecticut: Greenwood Press.

Bullock, A., & Stallybrass, O. (1977). The Fontana Dictionary of Modern Thought. London: Fontana Books.

Shabazz, D. (1999). ―Internet Politics and the Creation of a Virtual World‖. International Journal on World Peace. XVI.3 (pp. 27-41).

Jandrić, P & A. Kuzmanić. (2015). ―Digital Postcolonialism‖. IADIS International Journal on WWW/Internet. Vol. 13, No. 2, pp. 34-51. ISSN: 1645-7641

Laric, O. (2010). ―Interview with Oliver Laric by Peter Nowogrodzki‖. INCITE: Journal of Experimental Media. http://www.incite-online.net/laric.html. Retrieved on 10 December 2019.

Fanon, F. (2001). The Wretched of the Earth. London: Penguin.

Lefebvre, H. (1991). The Production of Space. London: Blackwell.

Risam, R. (2013). ―Decolonizing DH: Theories and Practices of Postcolonial Digital Humanities‖. https://dhpoco.org/blog/2013/04/12/decolonizing-dh-theories-andpractices-of-postcolonial-digital-humanities/. Retrieved 10 November 2019.

Philpott, S. (2000). Rethinking Indonesia: Postcolonial Theory, Authoritarianism, and Identity. Hampshire: Macmillan Press Ltd.

Kraidy, M. (2002). Globalization of Culture through the Media. In J. R. Schement (Ed.), Encyclopedia of Communication and Information. (pp. 359-363). New York: Macmillan.http://repository.upenn.edu/asc_papers/325

Mead, G.H. (1967). Mind, Self & Society from the Standpoint of a Social Behaviorist. Illinois: University of Chicago Press.

Whittaker, L. (2008). ――Scotland‘s Shame‖: A Dialogical Analysis of the Identity of Young People Not in Education, Employment or Training‖. Psycology and Society. 1.1. (pp. 54-64). https://kipdf.com/scotland-s-shame-a-dialogical-analysis-of-the-identity-ofyoung-people-not-in-d_5aaf994e1723dd339c802f80.html.

Bhabha, H. K. (1994). The Location of Culture. New York: Routledge.

Cawelti, J. (1977). Adventure, Mystery, and Romance: Formula Stories as Art and Popular Culture. Chicago: University of Chicago Press.

de Brouwer, Z. & J. Dekker. (2014). ―Blogger Identity: A Portrait of Dutch Blogging Landscape.‖ Arnhem: ArtEZ Institute of the Arts.

Badan Pusat Statistik. (2017). Suhu Minimum, Rata-Rata, dan Maksimum di Stasiun Pengamatan BMKG (oC). Badan Pusat Statistik. Retrieved from

https://www.bps.go.id/statictable/2017/02/09/1961/suhu-minimum-rata-rata-danmaksimum-di-stasiun-pengamatan-bmkg-oc-2011-2015.html

Pustetto, M. (2011). ―10 Tips to Planning Your Autumn/Winter Wardrobe‖. The Trend Spotter. https://www.thetrendspotter.net/10-tips-planing-autumnwinter-wardrobe/.Retrieved on 5 April 2019.

Veblen, T. (1899). The Theory of the Leisure Class. New York: Macmillan.

Dhillon, K. (2018). What the Hell Are Resort and Cruise Collections and Why Are They So Lucrative?. High Snobiety. Retrieved from

https://www.highsnobiety.com/2017/05/22/why-are-resort-cruise-pre-collectionsimportant/.

Lopez y Royo, A. (2019). Contemporary Indonesian Fashion. New York: Bloomsbury.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Prosiding Seminar Nasional

Universitas Respati Yogyakarta

Alamat : JL. Laksda Adisucipto KM 6,3 Depok Sleman Yogyakarta - Indonesia
Tel : 0274-488781
Fax : 0274-489780
Email : wahyurm@respati.ac.id


 
View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.