PERBEDAAN RISIKO STUNTING BERDASARKAN JENIS KELAMIN

Author :

Puspito Panggih Rahayu, Casnuri

Article Metrics :

Abstract view : 42 PDF view : 164

Abstract


Latar belakang: Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi sebesar 30,8%. Stunting pada balita dapat menghambat perkembangan anak hingga berdampak negatif jangka panjang dalam kehidupan selanjutnya. Anak laki-laki lebih mudah mengalami malnutrisi dibandingkan anak perempuan. Namun, pengaruh jenis kelamin terhadap kejadian stunting masih kontroversi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan risiko stunting berdasarkan jenis kelamin. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan subjek sejumlah 25 balita usia 0-59 tahun di wilayah Puskesmas Kalasan, Yogyakarta. Variabel bebas adalah jenis kelamin sedangkan variabel terikat adalah kejadian stunting. Analisis data menggunakan Chi-Square untuk mengetahui perbedaan risiko berdasarkan jenis kelamin. Hasil: Mayoritas subjek berjenis kelamin perempuan (52%) dan berstatus gizi normal atau tidak stunting (68%) dan hanya sebagian kecil yang ditemukan stunting (32%). Hasil analisis menunjukkan jenis kelamin tidak berhubungan dengan kejadian stunting (p=0,673). Simpulan: Tidak ada perbedaan risiko yang bermakna antara laki-laki dan perempuan terhadap kejadian stunting.

Keywords


balita, status gizi, stunting

Full Text:

PDF

References


Kementerian Kesehatan RI. Situasi balita pendek (stunting) di Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Informasi, Kemenkes RI; 2018.

Kementerian Kesehatan RI. Riset kesehatan dasar (Riskesdas). Jakarta: Kemenkes RI; 2018.

Kementerian Kesehatan RI. Riset kesehatan dasar (Riskesdas). Jakarta: Kemenkes RI; 2013.

Dewi IA, Kadek Tresna A. Pengaruh konsumsi protein dan seng serta riwayat penyakit infeksi terhadap kejadian stunting pada anak balita umur 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Nusa Penida III. Jurnal Gizi dan Pangan. 2016;3(1):36-46.

Asfaw M, Wondaferash M, Taha M, Dube L. Prevalence of undernutrition and associated factors among children aged between six to fifty nine months in Bule Hora district, South Ethiopia. BMC Public Health. 2015;41.

Taguri AE, Betilmal I, Mahmud SM, et al. Risk factors for stunting among under-fives in Libya. Public Health Nutr. 2009;12(8):1141-9. doi: 10.1017/S1368980008003716.

Malla S, Shrestha SM. 2004. Complementary feeding practices and its impact on nutritional status of under two old children in urban areas of the Kathmandu, Nepal. Journal of Nepal Health Research Council. 2004;2(1):1-4.

Hasanah Z. Faktor – faktor penyebab kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kotagede I Yogyakarta [Skripsi]. Yogyakarta: Universitas ’Aisyiyah; 2018.

Setyawati VAV. Kajian stunting berdasarkan umur dan jenis kelamin di Kota Semarang. The 7th University Research Colloqium 2018 STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta [series online] 2018 [cited 6 Desember 2019]. Available from: URL: http://repository.urecol.org/index.php/proceeding/article/download/273/269/

Mar’atussalehah A, Bardosono S. Prevalensi anak berisiko stunting dan faktor-faktor yang berhubungan: studi cross sectional pada anak usia 3-9 tahun di Pondok Pesantren Tapak Sunan Condet pada tahun 2011 [Skripsi]. Jakarta: Universitas Indonesia; 2016.

Welasasih BD, Wirjatmadi RB. Beberapa faktor yang berhubungan dengan status gizi balita stunting. The Indonesian Journal of Public Health. 2012;8(3):99-104.

United Nations Administrative Committee on Coordination Sub Committee on Nutrition (ACC/SCN), International Food Policy Research Institute (IFPRI). 4th Report−The world nutrition situation: nutrition throughout the life cycle. Geneva: ACC/SCN & IFPRI; 2000.

Sulistianingsih A, Sari R. ASI eksklusif dan berat lahir berpengaruh terhadap stunting pada balita 2-5 tahun di Kabupaten Pesawaran. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2018;15(2):45-51. doi: 10.22146/ijcn.39086

Paramashanti BA, Hadi H, Gunawan IMA. Pemberian ASI eksklusif tidak berhubungan dengan stunting pada anak usia 6–23 bulan di Indonesia. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia. 2015;3(3):162-74. doi: 10.21927/ijnd.2015.3(3).162-174


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Prosiding Seminar Nasional

Universitas Respati Yogyakarta

Alamat : JL. Laksda Adisucipto KM 6,3 Depok Sleman Yogyakarta - Indonesia
Tel : 0274-488781
Fax : 0274-489780
Email : wahyurm@respati.ac.id


 
View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.