HUBUNGAN AKSES MEDIA PORNOGRAFI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI KABUPATEN SLEMAN

Author :

Bernadeta Verawati, Kenik Sriwahyuni

Article Metrics :

Abstract view : 36 PDF view : 53

Abstract


Remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun. Perubahan fisik yang pesat dan perubahan hormonal merupakan pemicu timbulnya dorongan motivasi seksual. Rangsangan dari lingkungan seperti TV dan internet tentang perilaku seksual serta faktor gizi menyebabkan hormon seksual muncul lebih awal sehingga remaja cenderung lebih cepat mengalami perkembangan seksual. Maraknya perilaku seksual remaja saat ini sudah semakin memprihatinkan dan cenderung meningkat baik dari segi kuantitas maupun ketajaman kasus-kasus yang terjadi. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain studi cross-sectional untuk mencari hubungan antara variabel independen akses media pornografi dengan variabel dependen perilaku seksual remaja di Kabupaten Sleman. Sampel diambil pada remaja yang berada di kelas XI SMAN 2 Ngaglik dengan teknik purposive sampling sejumlah 198 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil uji pearson product moment, diperoleh p-value=0,04 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan akses media pornografi dengan perilaku seksual remaja. Ada hubungan antara akses media pornografi dengan perilaku seksual remaja

Keywords


akses media pornografi; perilaku seksual; remaja

Full Text:

PDF

References


WHO. 2017. Monitoring health for the SDGs sustainables development goals. USA: WHO

Kementerian Kesehatan RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014. Jakarta: Kementerian Republik Indonesia.

Musthofa, S. B., & Winarti, F. (2010). Faktor yang mempengaruhi perilaku seks pranikah mahasiswa di pekalongan tahun 2009-2010. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 1(1), 1–10. Diperoleh tanggal 15 Januari 2018 dari http://ejournal.litbang.kemkes.

Nugroho, H.D. (2011). Penyesuaian Diri pada Remaja Putri yang Menikah Akibat Hamil Pranikah. Skripsi. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2012). Pedoman Pengelolaan Bina Keuarga Remaja (BKR). Jakarta: BKKBN, Direktorat Bina Ketahanan Remaja.

PKBI. (2011). Survey PKBI Semarang Tentang Angka Kejadian Seks Pranikah.Semarang:PKBI JATENG

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2017). Seks bebas kini menjadi masalah utama remaja Indonesia. Diperoleh tanggal 10 Januari 2018 dari https://www.kebijakankesehatanindonesia.net

Yayasan Kita dan Buah Hati. (2018). Anak dan Pornografi. Yayasan Kita dan Buah Hati Foundation

Hasibuan, R., Dewi, Y.I., and Huda, N. 2015. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kejadian Seks Pranikah pada Remaja Putri di SMAN 1 Pagai Utara Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Universitas Riau.

Ardiani, R. (2014). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Seksual pada Siswa Kelas X di SMA Muhammadiyah 2 Gemolong Sragen

Dinas Kesehatan DIY. (2013). Data dan Problematika Kesehatan Reproduksi di DIY. Yogyakarta: Disampaikan pada Orientasi Kesehatan Reproduksi Remaja

Sarlito W (2008). Psikologi Remaja. Edisi Revisi. Jakarta: Raja Grafindo Pers

Santrock, Jhon W (2004). Adolescent: New York: Mc Graw Hill.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Prosiding Seminar Nasional

Universitas Respati Yogyakarta

Alamat : JL. Laksda Adisucipto KM 6,3 Depok Sleman Yogyakarta - Indonesia
Tel : 0274-488781
Fax : 0274-489780
Email : wahyurm@respati.ac.id


 
View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.