HAMBATAN PROGRAM PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK

Rahayu Widaryanti

Abstract


Prevalensi Stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 30,8% hal ini masih tinggi jika dibandingkan dengan target WHO sebanyak 20%. Salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan stunting dengan program pelatihan PMBA bagi kader. Kader merupakan orang yang paling dekat dengan masyarakat sehingga di harapkan dapat langsung mengimplementasikan program PMBA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan program PMBA yang selama ini dialami oleh petugas pelaksana maupun kader PMBA. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif, tehnik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah kader yang telah mengikuti pelatihan PMBA yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota bekerjasama denga pihak Puskesmas. Informan triangulasi pada penelitian ini adalah seksi gizi Dinas Kesehatan, petugas gizi puskesmas dan ibu yang memiliki bayi dan balita. Hasil dan Pembahasan: Pelatihan PMBA bagi kader dilaksanakan selama 6 hari (24 jam) dengan jumlah peserta 12 kader. Program PMBA di wilayah Puskesmas Tegalrejo belum berjalan secara optimal karena berbagai hambatan seperti jumlah kader PMBA yang masih kurang serta persebaran yang belum merata, dana untuk melakukan pelatihan PMBA dan refresing materi masih terbatas, sarana dan prasarana untuk melakukan konseling kepada masyarakat masih kurang, belum tersedia formulir untuk mendokumentasikan hasil konseling kader PMBA kepada masyarakat serta belum adanya monitoring dan evaluasi secara berkala sehingga belum bisa mengukur keberhasilan program PMBA. Program PMBA masih banyak menemui hambatan sehingga tujuan untuk menurunkan permasalahan gizi juga belum optimal.


Kata kunci: Hambatan, PMBA


Keywords


Hambatan, PMBA,Bayi, Anak

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 3
PDF - 1

References


Baltacı, A. J. A. E. Ü. S. B. E. D. 2017. Nitel Veri Analizinde Miles Huberman Modeli. 3, 1-14.

DASOQI, K. A., SAFADI, R., BADRAN, E., BASHA, A. S., JORDAN, S. & AHMAD, M. 2018.

Initiation And Continuation Of Breastfeeding Among Jordanian First Time Mothers: A Prospective Cohort Study. Int J Womens Health, 10, 571-577.

KAMBALE, R. M., BULIGA, J. B., ISIA, N. F., MUHIMUZI, A. N., BATTISTI, O. & MUNGO, B. M. 2018. Delayed Initiation Of Breastfeeding In Bukavu, South Kivu, Eastern Democratic Republic Of The Congo: A Cross-Sectional Study. International Breastfeeding Journal, 13.6.

RISKESDAS 2018. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2018. In: RI, K. K. (Ed.). Jakarta: Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan.

SETIYANINGRUM, F. 2016. EVALUASI PELATIHAN KONSELING PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK (PMBA) UNTUK KADER POSYANDU DI KABUPATEN SLEMAN. Universitas Gadjah Mada.

TNP2K 2017. Buku Ringkasan Stunting: 100 Kabupaten/Kota Untuk Prioritas Anak Kerdil (Stunting), Jakarta, Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia.

TNP2K 2018. Panduan Konvergensi Program/Kegiatan Percepatan Pencegahan Stunting, Jakarta, Sekretarian Wakil Presiden Republik Indonesia.

UNICEF 2016. The Community Infant And Young Child Feeding Counseling Package: Key Messages Booklet. 2012.

WIDARYANTI, R. 2019a. Pemberian Makan Bayi Dan Anak, Yogyakarta, Deepublish. WIDARYANTI, R. & PP, I. R. J. M. R. 2018. EVALUASI PASCA PELATIHAN KONSELING MENYUSUI TERHADAP PENINGKATAN CAKUPAN ASI EKSKLUSIF DI KOTA YOGYAKARTA. 13.

WIDARYANTI, R. J. J. I. K. A.-R. S. 2019b. Makanan Pendamping ASI Menurunkan Kejadian Stunting Pada Balita Kabupaten Sleman. 3.

WIDARYANTI, R. J. M. R. 2016. DETERMINAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS WEDI KABUPATEN KLATEN JAWATENGAH TAHUN 2015. 11.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Prosiding Universitas Respati Yogyakarta
 
ISSN 2657-2397 (Print)