PELAKSANAAN LAYANAN SCREENING HIV AIDS PADA IBU HAMIL DI BANGUNTAPAN BANTUL

Almira Gitta Novika, Dewi Setyaningsih

Abstract


Lebih dari 90% bayi terinfeksi HIV tertular dari ibu HIV positif. Penularan tersebut dapat terjadi pada masa kehamilan, saat persalinan dan selama menyusui. Screening HIV AIDS merupakan intervensi yang sangat efektif untuk mencegah penularan tersebut. Dalam upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak, screening HIV AIDS diintegrasikan dengan layanan kesehatan ibu dan anak (KIA). Hal ini dilakukan melalui pelayanan antenatal terpadu di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Puskesmas Banguntapan III merupakan salah satu Puskesmas yang telah melaksanakan pelayanan screening HIV AIDS pada ibu hamil melalui antenatal terpadu. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pelaksanaan layanan screening HIV AIDS pada ibu hamil di Banguntapan Bantul. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan in-dept interview pada 3 narasumber yaitu Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator dan Petugas laboratorium. Prosedur pelaksanaan   screening HIV AIDS diawali adanya konseling pra test, setelah itu dilakukan rujukan ke bagian laboratorium untuk dilakukan screening HIV AIDS oleh petugas laboratorium. Konseling pasca test dilakukan setelah mendapatkan hasil pemeriksaan tes HIV AIDS. Kendala yang ditemukan pada pelaksanaan screening tersebut adalah keterbatasan waktu pada saat konseling baik pra dan pasca test sehingga belum maksimal. Banyaknya pemeriksaan yang dilakukan pada saat antenatal terpadu menuntut pasien untuk meluangkan waktu yang cukup. Kendala lain yang ditemui adalah ruangan tempat pelayanan yang sempit dan kurang nyaman. Pelaksanaan layanan screening HIV AIDS pada ibu hamil belum berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ada. Kendala dalam pelaksanaan tersebut adalah waktu dan tempat pelayanan.


Kata kunci: layanan, screening, HIV AIDS, ibu hamil


Keywords


layanan, screening, HIV AIDS, ibu hamil

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 22
PDF - 49

References


KemenKes RI. 2015. Pedoman Manajemen Program Pencegahan Penularan HIV dan Sifilis dari Ibu ke Anak. Jakarta

Kemenkes, RI. 2017. Program Pengendalian HIV AIDS dan PIMS Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Jakarta

Kemenkes, RI. 2010. Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Jakarta

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R & D, Alfabeta, Bandung

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Manajemen. Alfabeta. Bandung

Puskesmas B. 2019. Instrumen Screening HIV AIDS Puskesmas Banguntapan III. Yogyakarta : Puskesmas Banguntapan III.

Yuriati, P. 2016. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Preventionof Mother To Child Transmission (PMTCT) Pada Ibu Hamil Di Kota Tanjung Pinang. Public Health Perspective Journal 1 (1) (2016).

Erliana, N. 2016. Gambaran Pelaksanaan Prevention Mother to Child Transmission di RSUD Kelas B Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 11 No. 2.

Kemenkes, 2017. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2017 Tentang Eliminasi Penularan Human Immunodeficiency Virus, Sifilis, Dan Hepatitis B Dari Ibu Ke Anak Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha. Kemenkes : Jakarta.

Ariningtyas, N. 2015. Kendala Pelayanan Program PPIA Pada Antenatal Care Di Puskesmas Kota Yogyakarta Tahun 2015. Jurnal Kesehatan “Samodra Ilmu” Vol. 08 No. 01 Januari 2017.

Widiyasari, E, dkk. 2014. Implementasi Integrasi Program Prevention of Mother to Child HIV Transmission (PMTCT) dengan Layanan Antenatal di Puskesmas Wilayah Kota Surabaya. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia. Vol 02. No. 01.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Prosiding Universitas Respati Yogyakarta
 
ISSN 2657-2397 (Print)