PERUBAHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ANAK MELALUI PEER EDUCATION

Inayah, Metty, Soepri Tjahjono Moedji Widodo

Abstract


Permasalahan kesehatan di Indonesia masih besar, pada intinya hamper sama yaitu minimnya penegetahuan tentang kesehatan terutama pola hidup bersih dan sehat karena terbatasnya akses informasi dan advokasi pada anak, serta masih terbatasnya institusi di pemerintah yang memberikan penyuluhan terutama pada sekolah non pemerintah. Sekolah Dasar Tamansiswa Jetis terletak di tengah Kota Yogyakarta, sehingga seharusnya akses untuk memperoleh informasi kesehatan lebih mudah. Data survey pendahuluan menyatakan bahwa siswa didik SD, guru, maupun orangtua belum pernah mendapatkan upaya promotif seperti penyuluhan atau pun pelatihan mengenai gizi maupun perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Pemberian layanan penyuluhan dan pelatihan penting diberikan agar terbentuk perilaku PHBS sejak dini sebagai upaya penanggulangan masalah gizi dan kesehatan usia dini. Bentuk program atau akses pemberian informasi mengenai PHBS dilakukan melalui peer education. Peer education adalah sekelompok ahli gizi kecil yang diberinama Nukids (nutritionist kids) yang bertugas sebagai pendidik sebaya pada siswa di sekolah. Nukids terdiri dari 15 siswa berasal dari kelas III, IV dan V. Nukids dibentuk dan diberikan pengetahuan serta pembekalan kemampuan untuk memberikan penyuluhan dan contoh perilaku PHBS. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan penyuluhan rutin setiap hari Jumat pagi oleh tim Nukids, memberian media poster dilokasi tempat cuci tangan dan supervise oleh tim Nukids saat pelaksanaan kegiatan cuci tangan. Pola hidup bersih dan sehat ini ditekankan terutama adalah pembentukan kebiasaan cuci tangan dengan cara yang tepat. Program ini berjalan selama 4 bulan berturut – turut. Perubahan perilaku dapat terlihat saat seluruh siswa melakukan cuci tangan sebelum dan sessudah sarapan sehat bersama setiap hari jumat pagi dan saat setelah istirahat sekolah.

Kata kunci: peer education; Nukids; PHBS; cuci tangan


Keywords


peer education; Nukids; PHBS; cuci tangan

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 5
PDF - 2

References


Kemenkes RI. 2017. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Jakarta.

Dinkes Kota Yogyakarta. 2015. Profil Kesehatan Tahun 2015 Kota Yogyakarta (Data Tahun 2014). Yogyakarta

Dekpes RI. 2004. Profil Kesehatan Indonesia 2004. Jakarta.

Sujarwo, 2008, Pedoman Konseling Teman Sebaya untuk Pengembangan Resiliensis, Yogyakarta, UNY

Imron, 2012. Pendididkna Kesehatan Reproduksi Remaja. Peer Education dan Efektivitas Program KIR.KRR di Sekolah. Yogyakarta: Ar Ruzz

Priyoto.2015. Perubahan dalamperilaku kesehatan konsep dan

aplikasi.Yogyakarta: Graha Ilmu

Mellanby AR. Phelps FA. Crichton NJ, and Trip JH.1995 School Sex Education: An Experimental Programme with Educational and Medical Benefit. British Medical Journal

Backet-Millburn and Wilson S.2000. Understanding Peer Education: Insights From a Process Education. Health Education Research. Vol 15. No.I

Notoatmodjo, Soekidjo.2007. Promosi Kesehatandan Ilmu Perilaku. Jakarta. PT. Rineka Cipta

Notoatmodjo, Soekidjo, 2004. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta. PT Rineka Cipta

Green J.2001. Peer Education. Global Health Promotion

Rakhmat J. Psikologi Komunikasi Remaja. Rosda Karya, Bandung

Green LW. Health Promoting Planning. An education and Environmental Approach University of Texas. Health Science Center at Huston.1991


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Prosiding Universitas Respati Yogyakarta
 
ISSN 2657-2397 (Print)